Mimpi Memerangi Pornografi


Yup itu tema dari Barometer, program talk show di SCTV beberapa jam yang lalu. Menghadirkan tiga orang narasumber yakni Mariana Amiruddin (Direktur Yayasan Jurnal Perempuan), Dr.Naek L.Tobing (Pakar Seksologi), dan Onno W.Purbo (Pakar IT). Topik pornografi lagi hangat akhir-akhir ini pasca beredarnya video mesum mirip selebriti ternama. Tiap hari program acara TV pasti menyajikan info mengenai kasus video tersebut, menyisihkan kasus politik negeri ini yang tak kunjung usai serta berita tentang perhelatan akbar Piala Dunia 2010.



Kembali ke laptop :D. Pornografi sudah ada sejak manusia ada dan dari dulu disenangi karena pornografi memang menarik dan menyenangkan terutama bagi kaum pria. begitu kata Pak Naek. Rasa penasaran dan keingintahuan akan pornografi itu sendiri membuatnya makin digemari. Perkembangan pornografi semakin marak seiring perekembangan teknologi informasi. Kini pornografi dengan mudah dapat diakses di internet. Anak umur 8 tahun sekarang sudah tak asing lagi dengan pornografi, hal yang beberapa tahun lalu dianggap tabu untuk diperbincangkan. Peranan orang tua dalam membentengi anaknya menjadi amat penting. Makanya sex education harus diberikan sejak dini kepada anak-anak. Blokir trehadap situs-situs porno juga merupakan salah satu cara untuk memerangi pornografi.

Berapa usia seseorang diperkenankan untuk melihat atau mengenal yang namanya pornografi? Menurut Pak Naek di Amerika usia 17 tahun ke atas yang bisa. Namun itu karena pada usia tersebut mereka juga diperbolehkan untuk seks bebas. Sedangkan di Indonesia tidak. oleh sebab itu minimal 25 tahun atau paling tidak sarjana untuk menikmati hal-hal yang berbau porno (saya masih 22 tahun dan belum sarjana, kalau begitu belum layak dong wkwkwkwkwkwkwkwk).

Dapatkah pornografi diperangi? “Tentu” jawab Pak Onno. Beliau menekankan kepada penggunaan Internet Sehat, yakni tata cara melakukan aktivitas yang baik dan benar di dunia maya. “2 dari 5 wanita diculik akibat penggunaan yang salah” sambungnya. Mengisi waktu dengan hal-hal yang positif dan bermanfaat seperti music dan olahraga juga cara yang tepat. Namun menurutnya meningkatkan keimanan merupakan cara paling ampuh untuk menjauhi pornografi.

:catatan saat menonton program Barometer, Kamis 17 Juni 2010

9 komentar:

ardan

hahaha...
takutka keluar ka' bill klo banyak polisi nanti ditangkap ka...

sda

tingkatkan keimanan, dampingi anak2 ketika buka internet, komunikasi di dalam keluarga sangat penting, saling cerita kegiatan sehari-hari agar anak terbiasa terbuka kepada kedua orang tuanya.

narti

kemajuan dunia IT ada plus minusnya, yg pasti arahkan anak-anak pada hal yg benar.

Anonim

Memerangi Pornografi ? Mimpi, begitu tema yg pas untuk Indonesia saat ini.

Lixzz

filtering pornografi internet (blokir situs poorno) yg sempet di gembar-gemborkan pemerintah ga ngefek sama sekali kayanya, apa beneran pornografi bisa diperangi???

BR

sebenarnya tergantung niat dan tekad yg harus 100%. klo tdk bgtu maka mr.anonim benar adanya...

rahmawanol

saya gak mau munafik, saya suka pornografi,... tapi tidak berlebihan, karena sesuatu yang berlebihan adalah tidak baik...


http://rahmawanol.blogspot.com/

BR

sos (semua org suka) baik pria maupun wanita, tua dan muda. sy juga suka tp menurut aturan Pak Naek maka sy blm boleh iat gituan wkwkwkwkwk.
tergantung msng2 pribadi menanggapix. mslhx efek yg ditimbulkan pornografi kebanykan efek negatif. knp yach???

ELANG ANTARNUSA

Kita bisa memrangi pornografi dari masing2 individu itu sendiri.
Yg jelas untuk kemajuan tehnologi kita harus menjaganya dari anak2, karena ad bbrp yang disalahgunakan.

Posting Komentar

Return top